Apa itu sakit maag....??
Sakit maag adalah nama akrab dari salah satu gangguan pada sistem
pencernaan kita. Dalam dunia kesehatan, istilah yang dipakai adalah
ulkus peptikum (tukak peptik), yang bisa menyerang lambung maupun
duodenum. Lambung dan duodenum adalah bagian dari organ pencernaan kita.
Sebagaimana kalian ketahui, sistem pencernaan kita terdiri dari
bermacam-macam organ, yang dimulai dari mulut hingga anus. Lambung dan
duodenum ini adalah tempat mencerna makanan tahap kedua setelah makanan
dicerna di mulut kita. Gangguan or radang pada lambung dan duodenum ini
juga disebut sebagai gastritis dari duodenitist.
Bagaimana terjadinya gangguan pada lambung/duodenum....?
Begini nih ceritanya: Makanan yang masuk ke lambung akan dicerna
secara kimiawi dengan bantuan enzim pepsin dan renin serta asam lambung
(HCl). Pada orang sehat, terdapat suatu keseimbangan antara enzim dan
asam lambung dengan daya tahan mukosa lambung (lapisan lendir pada
lambung). Artinya keberadaan enzim dan asam lambung tidak menimbulkan
gangguan pada lapisan mukosa lambung. Mereka hidup bertetangga dengan
baik, sehingga suasana damai tercipta dalam rongga lambung. Bila terjadi
gangguan keseimbangan, maka akan terjadi kerusakan pada mukosa yang
menimbulkan rasa sakit (nyeri). Bila gangguan ini terjadi terus menerus,
maka terjadi luka pada lapisan mukosa lambung.
Rasa nyeri ini disebabkan oleh rangsangan asam lambung terhadap
lapisan mukosa lambung, sehingga ujung-ujung syaraf yang ada padanya
lebih peka terhadap rasa nyeri. Rasa nyeri ini biasanya dirasakan di
daerah ulu hati dan terasa jelas sehingga bisa ditunjukkan dengan pasti
lokasinya. Kadang-kadang nyeri ini dirasakan di dinding dada depan atau
bisa juga di punggung. Selain nyeri, rangsangan asam lambung tadi juga
mengakibatkan munculnya rasa mual. Nyeri ini akan terasa saat lambung
kosong dan hilang setelah diisi makanan.
Gejala khas pada gangguan di duodenum adalah nyeri pada malam hari.
Tidak semua penderita sakit maag merasakan adanya keluhan seperti
tersebut di atas. Ada juga yang tanpa gejala, tapi tiba-tiba terjadi
muntah darah atau buang air besar dengan darah yang menghitam. Oleh
karena itu perlu waspada setiap saat. Penyakit ini bisa menyerang siapa
saja dan pada semua usia. Karena begitu sering terjadi, maka penyakit
ini termasuk salah satu masalah dalam bidang kesehatan.
Cara mengatasinya.....
Mencegah asam lambung
dilakukan untuk menghindari penyakit asam lambung, atau sering disebut
juga dengan penyakit maag. Penyakit asam lambung itu sendiri adalah
penyakit yang ditimbulkan oleh kelebihan asam lambung didalam lambung
yang menyebabkan iritasi atau luka di selaput lendir lambung.
Kondisi
peningkatan level asam lambung memang sangat mengganggu. Hal ini
terjadi ketika pengeluaran (sekresi) asam berlebihan dalam kelenjar
lambung. Ketika sekresi terjadi lebih dari biasanya, dada akan terasa
panas atau sering disebut heartburn. Konsumsi makanan pedas seringkali
jadi pemicunya, selain itu membiarkan perut kosong dalam waktu lama pun
menjadi pemicu utama terjadinya penyakit asam lambung.
Agar Anda tak tersiksa penyakit asam lambung, ketahui cara mudah mencegah asam lambung, diantaranya adalah:
- Hindari soda dan kafein
Untuk
sementara, sebaiknya hindari konsumsi minuman bersoda dan kafein.
Keduanya memicu produksi asam lambung. Minum saja teh herbal atau susu
hangat sebagai gantinya.
- Air hangat
Perbanyak konsumsi air hangat. Minumlah segelas air hangat setiap pagi setelah bangun tidur.
- Konsumsi buah
Beberapa
buah-buahn dapat mencegah asam lambung, diantaralah adalah pisang,
semangka, dan mentimun. Sebaiknya membiasakan untuk mengonsumsi
buah-buahan tersebut setiap hari.
- Waktu makan sebelum tidur
Sebaiknya Anda makan dua atau tiga jam sebelum tidur. Ini untuk mengurangi risiko sekresi asam lambung berlebihan. Selain mencegah asam lambung, makan sebelum tidur bisa juga mengakibatkan kegemukan jika dilakukan terlalu sering.
- Jangan menunda makan
Jarak
yang lama antara waktu makan juga pemicu asam lambung. Sebaiknya jangan
menunda makan. Lebih baik konsumsi makanan dalam jumlah sedikit tetapi
lebih sering daripada jarak waktu makan sangat lama.
- Permen karet
Cobalah
mengunyah permen karet untuk merangsang produksi saliva (air liur).
Saliva membantu perpindahan makanan melalui saluran esophagus dan bisa
meredakan heartburn.
Jahe sangat efektif untuk meredakan masalah pencernaan. Anda bisa mengonsumsi jahe dalam masakan, bubuk atau kapsul.
Demikian beberapa cara mencegah asam lambung, jika dilakukan secara rutin dan konsisten dapat dipastikan penyakit asam lambung bisa dihindari.

No comments:
Post a Comment